Salomon Begondou Meninggal Dunia Karena Sakit

Salomon Begondou Meninggal Dunia Karena Sakit

Salomon Begondou Meninggal Dunia Karena Sakit

Di saat kabar masalah penyelesaian tunggakan gaji yang yang harus dibayarkan klub terkait proses verifikasi yang akan dilakukan PSSI menjelang kompetisi  ISL awal tahun depan sedang ramai dibicarakan, justru  berita duka kembali menyelimuti dunia sepak bola Indonesia. Pemain Persibro Probolinggo meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Ironisnya, menurut kabar yang tersebar penyebab meninggalnya Salomon Begondou adalah karena tidak memiliki biaya untuk berobat. Pemain asal Kamerun itu meninggal dunia di Rumah Sakit wilayah Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang.

Berita duka tersebut di dengar oleh pihak APPI ( Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia ) berdasarkan laporan dari salah satu rekan  almarhum yaitu Camara secara langsung. Menurut keterangan Camara,  pemain yang juga pernah memperkuat PSIS Semarang itu sebenarnya sudah lama menderita sakit keras. Sebelumnya Salamon dikabarkan sempat muntah – muntah dan di bawa ke rumah sakit, namun karena tidak ada biaya akhirnya terpaksa pulang dan menjalani perawatan di rumah sampai almarhum meninggal dunia.

Pihak APPI ketika dikonfirmasi tentang masalah penyebab meninggalnya Salamon menyatakan bahwa mereka sudah menghubungi pihak rumah sakit. Perwakilan APPI menyatakan berdasarkan keterangan  dari pihak rumah sakit Salamon meninggal karena sakit meskipun belum diketahui dengan pasti dugaan tidak ada biaya ikut melatar belakangi penyebab meninggalnya pemain Persibro Probolinggo tersebut.

Jika misalkan masalah biaya rumah sakit ikut menjadi bagian dari penyebab meninggalnya Salamon maka akan semakin menambah kasus yang terjadi didunia sepak bola Indonesia. Salamon merupakan salah satu pemain asing yang sempat menghebohkan dunia sepak bola nasional dengan aksinya mengemis di perempatan lampu merah. Aksi tersebut dilakukan bersama kedua rekan nya yaitu Camara Abdoulaye dan Sylla Mbamba. Aksi tersebut terpaksa mereka lakukan karena Persipro tak kunjung membayar gaji mereka sehingga mereka tak lagi memiliki uang untuk bertahan di Indonesia. Salamon cs sempat juga menjadi pemain di laga – laga kampung untuk menyambung hidup mereka. Meski sudah mencoba mengadu ke PSSI dan juga ke walikota Probolinggo namun pihak klub tetap tidak membayarkan gaji mereka.

Salomon adalah pemain sepak bola asing ketiga yang menghembuskan nafas terakhir di Indonesia. Sebelumnya pemain asing Persis Solo Diego Mendieta juga dikabarkan meninggal dunia dikarenakan sakit tipus yang dideritanya dan tidak memiliki uang untuk berobat dikarenakan gajinya tidak dibayarkan oleh klub yang mengontraknya. Kejadian tersebut sempat menggemparkan dunia sepak bola Indonesia. Gaji nya baru dilunasi setelah pemain Peris Solo itu meninggal dunia. Setelah itu masih ada satu pemain asing lagi yang meninggal dunia di Indonesia yaitu Sekou Camara yang membela Pelita Bandung Raya. Sekou Camara belum lama meninggal yaitu bulan juli lalu. Pemain asal Republik Mali itu meninggal dunia karena serangan jantung saat menjalani sesi latihan bersama rekan rekanya satu tim di Pelita Bandung raya.