Psikologis Penguasaan Bola Dalam Suatu Pertandingan

Psikologis Penguasaan Bola Dalam Suatu Pertandingan

Psikologis Penguasaan Bola Dalam Suatu Pertandingan

Psikologis Penguasaan Bola Dalam Suatu Pertandingan – Tanyakanlah kepada salah seorang pemain sepak bola, apakah anda lebih memilih menguasai bola untuk tim anda atau membiarkan tim lain yang menguasainya? Jawabannya hampir semuanya akan bilang bahwa tentu saja tim kami yang menguasai bola, walaupun kami tidak bisa menemukan alasan rasional jika ada yang menjawab sebaliknya. Karena sebenarnya itulah sebuah kondisi dan strategi dari permainan sepak bola ketika seorang pemain muda dibina di akademi. Bahkan ketika seorang anak kecil yang menyukai sepak bola kemudian dimasukkan ke sekolah sepak bola, pelatihnya pasti akan menyuruh mereka untuk terus mengusai bola dan jangan sampai direbut oleh orang lain.

Psikologis Penguasaan Bola Dalam Suatu Pertandingan – Hal ini kalau ditelusuri lebih jauh berlangsung sejak salah seorang kemudian senang bermain bola untuk pertama kalinya. Orang tua yang melihat anak-anak mereka suka bermain bola pasti akan menyuruh untuk membawa bola itu ke manapun dan jangan sampai ada yang merebutnya. Dan seorang anak itu pasti akan senang untuk melakukannya. Mereka tidak akan kelelahan membawa bola itu ke sana kemari walaupun mereka disuruh berhenti. Kemudian, lambat laun ini menjadi sebuah kebiasaan di alam bawah sadar seorang manusia yang akhirnya ditakdirkan untuk menjadi pemain sepak bola. Mereka ogah dan enggan untuk membagi bola kepada lawan. Bahkan bisa jadi seorang pemain yang akhirnya terkesan egois dan individualistis karena dalam pikirannya bola adalah miliknya.

Psikologis Penguasaan Bola Dalam Suatu Pertandingan – Tetapi, statistik menunjukkan bahwa sebenarnya rata-rata seorang pemain hanya dapat mengusai bola selama dua menit dalam 90 menit pertandingan sepak bola. Maka, secara teoritis seorang pemain akan bergerak tanpa bola selama 88 menit. Hal ini yang kemudian ditenggarai sebagai alasan mengapa pemain yang jarang membawa bola justru lebih cepat lelah dengan pemain yang lebih sering membawa bola karena jawabannya adalag psikologis penguasaan bola. Jika seorang pemain sedang menguasai bola dia akan senang dan hal tersebut akan mengurangi atau sang pemain melupakan kelelahan yang dideritanya karena perhatiannya tertuju pada si kulit bundar. Inilah yang dinamakan dengan psikologis kekuasaan. Dalam hal ini kekuasaan atas bola. Jika kita melihat jauh lagi ke belakang, sejarah peradaban adalah sejarah tentang kekuasaan atau kepemilikan.

Psikologis Penguasaan Bola Dalam Suatu Pertandingan – Seseorang ingin memiliki sesuatu bahkan sampai harus melibatkan negara dalam peperangan. Secara alamiah manusia merasa lebih kuasa jika memiliki sebuah benda yang lebih berharga. Lambat laun ini juga menjadi sistem berpikir manusia saat ini. Di sepak bola, benda berharga itu adalah bola sepak. Maka, jika ada pemain yang bisa menguasai bola lebih lama maka sang pemain boleh dibilang adalah seorang pemain yang hebat. Apalagi kemudian sang pemain bisa membawa bola sampai ke depan gawang. Kemudian dia membawa bola melewati garis gawang yang artinya mencetak gol. Bertambah-tambahlah kebahagiannya. Itulah Psikologis Penguasaan Bola.