Platini Ragukan Kredibilitas Ballon d’Or

Platini Ragukan Kredibilitas Ballon d’Or

Platini Ragukan Kredibilitas Ballon d’Or

Platini Ragukan Kredibilitas Ballon d’Or – Keputusan FIFA memberikan anugerah penghargaan Pemain Terbaik Dunia kepada Cristiano Ronaldo berujung dengan sebuah pertanyaan besar. Salah satu sosok yang meragukan kredibilitas itu adalah presiden UEFA, Michel Platini, yang menganggap penghargaan individu itu sudah melenceng jauh dari sebuah pakem dalam kalender tahun lalu. Penuturan Platini dapat dipahami, mengingat sentimen negara menjadi salah satu kriteria utama dari sang presiden UEFA, yang menengok tidak ada nama Franck Ribery di urutan dua besar dan justru terpental ke urutan ketiga dari hasil pemungutan suara yang sudah dikumpulkan. Bagi penyerang sayap asal Bayern Muenchen, Franck Ribery, tadinya dipertimbangkan bakal menyabet prestasi bergengsi tersebut ketika membantu klubnya merengkuh Bundesliga, DFB Pokal dan Liga Champions pada 2013, namun justru menempatkan diri di posisi ketiga dan kalah dari Ronaldo dan Messi.

Platini Ragukan Kredibilitas Ballon d’Or – Walau pada kenyataannya dalam sejarah persepakbolaan di dunia, biasanya pemain yang sudah menggondol gelar terbaik di Eropa, otomatis akan mengalami hal serupa di dunia. Ternyata tidak demikian lagi cara penilaian tersebut, dan Platini, yang pernah menyabet gelar individu bergengsi itu tiga kali beruntun pada 1980, diambil secara eksklusif dari para awak jurnalis yang terpilih, dan ia mengaku sangat prihatin dengan arah dan tujuan dari Ballon d’Or saat ini, sejak bergabung dengan FIFA Pemain Terbaik Dunia pada 2010. “Cristiano Ronaldo merupakan pemenang yang cukup baik untuk menerima penghargaan Ballon d’Or, namun jika masih berkelanjutan seperti ini maka tahun depan ketika kami kembali menerima penghargaan ini dan hal itu hanya menghadirkan Messi atau Ronaldo, dan tahun berikutnya juga masih Ronaldo atau Messi,” keluh Platini.

Platini Ragukan Kredibilitas Ballon d’Or – Ribery – yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Eropa tahun 2013 – merupakan pemain kedua yang gagal untuk merebut gelar tersebut sejak peraturan perubahan dalam pemungutan suara yang melibatkan pelatih dan juga kapten dari masing-masing negara dan ditambah jurnalis terpilih di benua biru. Sama halnya dengan Ribery, mantan gelandang pengatur serangan Inter Milan, Wesley Sneijder, yang mengantongi gelar dari Serie A, Coppa Italia dan kemudian Liga Champions pada 2010  sebagaimana keberhasilannya membawa Belanda lolos ke partai final Piala Dunia bersama Belanda, tidak mampu memperoleh penghargaan tersebut. Seharusnya Sneijder bisa memperoleh penghargaan Ballon d’Or pada tahun itu, namun karena hasil voting lebih menentukan dalam menerima gelar bergengsi tersebut, alhasil Sneijder hanya bisa berada di belakang Lionel Messi, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez.

Platini Ragukan Kredibilitas Ballon d’Or – Platini menambahkan: “Untuk kurun waktu 50 tahun, Ballon d’Or memberikan penghargaan terhadap prestasi yang ditorehkan di atas lapangan, namun segala sesuatunya mengalami perubahan besar sejak FIFA mengambil alih proses tersebut. Pada tahun itu pemain-pemain Spanyol tidak memenangkannya meski menjadi juara pada Piala Dunia 2010, dan termasuk Franck Ribery setelah pencapaian maksimal di atas lapangan pada musim lalu, walau berbagai gelar telah diraih olehnya – hal ini tentu saja menimbulkan sebuah permasalahan besar.” Tadinya Ribery digadang-gadang bakal mengangkat trofi bergengsi dari segi individu tersebut, namun keputusan FIFA memperpanjang tenggat waktu pemungutan suara, membuat peluang Ronaldo menjadi jauh lebih besar karena aksi individu-nya yang sukses meloloskan Portugal ke Brasil, walau disadari hal tersebut tidak luput dari sesuatu hal yang lebih ‘demokratis’.

Platini Ragukan Kredibilitas Ballon d’Or – Berkenaan dengan posisi Ribery yang berada di peringkat ketiga dan kalah dari Ronaldo dan Lionel Messi, kubu Bayern Muenchen turut angkat suara mengenai hal tersebut. “Ini merupakan salah satu bentuk demokrasi dengan mengambil pemungutan suara dan hal ini membuat kami ingin memberikan selamat kepada sang pemenang, namun bagi kami sangat jelas, bahwa Franck Ribery adalah yang terbaik,” tutup direktur klub Bayern, Matthias Sammer.