Jese Rodriguez Yang Semakin Matang

Jese Rodriguez Yang Semakin Matang

Jese Rodriguez Yang Semakin Matang

Jese Rodriguez Yang Semakin Matang – Gareth Bale yang absen dalam bertanding bisa jadi tak dirindukan Real Madrid saat ini. Jese Rodriguez yang diplot mengisi posisi pemain termahal dunia itu tampil sangat memuaskan dengan gol-gol yang terus dia cetak ke gawang lawan. Dia mencetak salah satu dari tiga gol kemenangan El Real atas Atletico Madrid pada pertandingan leg pertama Copa del Rey yang sudah memasuki babak semifinal. Bermain di Santiago Bernabeu markas sendiri, Kamis (6/2/2014) dinihari, penyerang berusia 20 tahun itu mencetak satu-satunya gol yang dibuat pemain Madrid, karena dua gol lainnya lahir dari bunuh diri pemain Atletico. Jese telah membuat gol ketiga secara beruntun. Akhir pekan silam, di kesempatan pertama dipasang sebagai starter pada ajang La Liga, dia juga membuat gol saat Madrid ditahan Athletic Bilbao.

Jese Rodriguez Yang Semakin Matang – Lima hari sebelumnya dia juga mencatatkan namanya di papan skor saat Madrid menundukkan Espanyol di Copa del Rey atau Piala Spanyol. Sudah enam gol yang dibuat pesepakbola kelahiran 26 Februari 1993 ini. Tiga dilesakkan di Copa del Rey atau Piala Spanyol, sementara tiga lainnya di ajang La Liga. Hebatnya lagi, Jese membuat gol-gol tersebut di tempat yang dikenal tak ramah buat Madrid dan seluruh klub-klub Spanyol lainnya. Dia mencetak satu gol ke gawang Barcelona di Camp Nou markas lawan, membuat gol penentu kemenangan timnya saat bertamu ke Mestalla kandang Valencia dan melesakkan satu gol lagi saat Los Merengues bermain di San Memes kandang Athletic Bilbao. “Berikan jalan untuk Jese dalam mencetak gol. Dia tak takut berhadapan dengan tim-tim besar.”

Jese Rodriguez Yang Semakin Matang – Bicara soal kesempatan yang ada, Jese sejauh ini masih harus menunggu untuk dapat jatah main secara rutin dalam pertandingan. Kalau dalam beberapa pertandingan terakhir dia sering berada di starting line up tim, itu karena Bale sedang cedera dan absen. Dan Jese memanfaatkan dengan sangat baik kesempatan yang diberikan Carlo Ancelotti. Jese yang berada tim utama Madrid berjalan sulit. Saat tampil pada sebuah turnamen U-18 di Maspalomas dekat kampung halaman, Jese dikartu merah di pertandingan pertamanya bersama Spanyol ketika itu. Dia juga pernah dihukum larangan bertanding 15 kali karena dianggap menghina wasit saat berhadapan dengan Atletico Madrid pada pertandingan yang lalu.

Jese Rodriguez Yang Semakin Matang – Tapi manajemen Madrid memutuskan untuk terus mempertahankan dia dalam skuat. Di musim 2011/2012 dia sudah memberi bukti dengan membuat 10 gol untuk tim Real Madrid junior. Di tahun yang sama dia menjadi top skorer saat Spanyol U-19 menjadi juara Piala Eropa. Musim lalu produktivitasnya juga makin baik dengan total membuat 22 gol dari 38 pertandingan di tim junior yang ia jalani. Penyerang muda ini bergabung dengan akademi Madrid saat dia masih berusia 14 tahun ketika itu. El Real mendatangkannya dari Huracan yang sebelumnya Jese bela.