Harapan Baru Dari Castilla

Harapan Baru Dari Castilla

Harapan Baru Dari Castilla

Harapan Baru Dari Castilla – Sebagai salah satu pemain muda dalam akademi yang dilabeli sebagai tempat pendidikan para bintang, garis batas antara percaya diri dan arogansi memang sangat tipis. Garis tersebut dapat membuat impian menjadi kenyataan atau dapat menghancurkannya berkeping-kepng. Dan tak ada satupun yang mengetahui hal tersebut sebaik Jese Rodriguez, pemain berbakat asal Santiago Bernabeu yang tiba-tiba berada dalam posisi dekat dengan panggilan internasional dalam skuad Vicente del Bosque untuk Piala Dunia Brazil 2014. Tapi nasibnya bisa saja berbeda, saat dia hampir memutuskan untuk pindah dari Real Madrid beberapa waktu sebelumnya. Menurut sebuah sumber, mantan direkur olahraga Predrag Mijatovic membawanya kembali ke bumi saat pemain muda ini menyangka dia akan mendapatkan kontrak baru, dia malah diberi tahu bahwa pemain sepertinya dengan sikap yang dimilikinya tak lagi diinginkan oleh klub.

Harapan Baru Dari Castilla – Tentu saja peristiwa tersebut mengejutkannya, tapi kejadian itu berefek lain padanya, dia memilih lebih menyalurkan bakatnya dengan lebih fokus. Pada kenyataannya, Real Madrid sebenarnya tak pernah ingin kehilangan jasa pemain bintang masa depan ini, dan kejadian itu berlangsung tak lama sebelum Jese menjadi sinar benderang di Real Madrid Castilla. Jese menjadi pemai yang memecahkan rekor gol Emiliano Butragueno dengan mencetak 21 gol musim itu. Dengan catatan gol tersebut, Jese tentu memiliki pilihan lain untuk menapaki jejak sebagai pemain profesional, tapi dia dalam kondisi yang sulit karena ada perbedaan antara mantan pelatih Jose Mourinho dan pelatih tim cadangan Alberto Toril. Pada saat itu Mourinho mengatakan bahwa : “Kami bermain dengan sistem yang berbeda, sedangkan Real Madrid Castilla bermain dengan sistem yang tak sama.”

Harapan Baru Dari Castilla – Ada beberapa pemain di Castilla yang posisi bermainnya tak eksis di tim utama, seperti Jese Rodriguez yang bermai sebagai pemain posisi ‘sembilan setengah’. “Juga para winger kami suka maju kedepan membantu serangan, sedangkan di Castilla, mereka bermain dengan formasi 4-4-2,” Mou menambahkan saat menilai karakter Jese bukanlah pemain bernomor 10 atau 9. Kenyataannya saat itu memang demikian, kendati ada kesempatan untuk memainkan Jese di tim utama, seperti rekan setimnya yang lain, tapi Mourinho, dengan alasan apapun tak terlihat ingin memainkan dia. Kemudian pemain muda tersebut hanya berharap pada keberuntungan dan kemampuannya serta kemauan untuk berkomitmen bersama Madrid.

Harapan Baru Dari Castilla – Setelah perginya Mourinho dan datangnya Carlo Ancelotti serta Gareth Bale yang belum fit 100%, keadaan sempat terlihat sulit. Disaat tersebut, Real Madrid juga memilih untuk memberi Cristiano Ronaldo kesempatan menjadi senjata utama yang lebih membunuh, dan tiba-tiba Jese mendapatkan kesempatan untuk mendampingi sang bintang. Dan dia tak pernah lagi kembali bermain di tim Castilla sejak saat itu. “Jese memiliki bakat. Dia perlu kerja keras dan memahami tentang permainan di level teratas untuk menjadi pesepakbola profesional,” kata Ancelotti, yang melihat potensi Jese untuk menjadikannya sebagai pemain utama. Ancelotti melihat jejak Casillas dalam diri Jese.

Harapan Baru Dari Castilla – Yang membuat Ancelotti terkesan adalah kemampuan Jese untuk bermain dalam stadion besar di pertandingan melawan klub besar. Dia telah mencetak gol di Bernabeu, Nou Camp. Vicente Calderon, Mestalla dan San Mames. Saat menambahkan fakta bahwa gol serta assistnya tiap menit bermain sama dengan yang dimiliki oleh Bale, maka anda dapat menyadari Florentino Perez yang selalu melihat bintang asing, kini sedang serius untuk mengamati para pemain muda di Real Madrid Castilla.