Borini Tambah Derita Setan Merah

Borini Tambah Derita Setan Merah

Borini Tambah Derita Setan Merah

Musim ini terancam menjadi neraka bagi David Moyes dan timnya Manchester United. Memang pertandingan semifinal Capital One Cup masih menyisakan leg kedua dan mereka masih bisa melakukan pembalasan untuk tampil di Wembley. Kekalahan hari ini adalah yang ketiga bagi Manchester United, berturut-turut disemua ajang. Perlu flashback selama 13 tahun untuk menemukan kapan terakhir kali Manchester United kalah tiga kali beruntun, itu terjadi di musim 2000-2001, tapi yang perlu dicatat, saat itu Manchester United sudah memastikan gelar juara. Moyes mungkin menganggap penalti yang dieksekusi Fabio Borini patut diragukan karena Adam Johnson melakukan aksi jatuh secara tatrikal, tapi papan skor tak bisa berbohong, Manchester United kalah melawan tim kecil yang kelasnya dibawah.

Kekalahan ketiga secara beruntun adalah hal yang sebenarnya harus dihindari oleh Moyes dan timnya. Kekalahan tersebut bisa saja menjadi hari kiamat bagi Moyes dan timnya karena tak menampakkan gairah yang cukup saat bertanding. Sementara itu Sunderland memulai pertandingan dengan baik saat tendangan Borini melenceng tipis digawang De Gea. Tekanan tuan rumah berlanjut. Dalam pertandingan ini Moyes hanya memasang empat pemain yang tampil pada pertandingan melawan Swansea. Evan, Antonio Valencia, Tom Cleverley, dan Danny Welbeck, dengan Wayne Rooney dan Robin van Persie yang masih cedera. Namun dua kekalahan beruntun di pertandingan sebelumnya memberikan efek pada pemain United, Ryan Giggs terlalu mudah kehilangan bola, Welbeck yang tampil sebagai striker tunggal harus terisolasi sendirian didepan.

Giggs sebenarnya punya peluang yang membentur mistar gawang. Saat Rooney dan van Persie tak bermain, United benar-benar bermain seperti tim medioker, kecuali penampilan Adnan Januzaj yang beberapa kali mengancam gawang Mannone. United akhirnya mengalami petaka saat Wes Brown yang melakukan tendangan bebas mengarahkan bola pada Larsson yang langsung mengumpan silang datar pada Phil Bradsley yang dikawal oleh Giggs, pemain gaek United tak bisa mengontrol bola yang datangnya terlalu cepat hingga masuk ke gawang sendiri. United berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua, saat tendangan Tom Cleverley berhasil disundul oleh Vidic. Setelah gol itu, United berusaha menekan lawan dengan keras, tapi Sunderland bergeming.

Beberapa menit kemudian, Johnson yang baru memasuki lapangan terjatuh karena dilanggar Cleverley dalam kotak penalti. Wasit memberi hadiah penalti yang dieksekusi tanpa ampun oleh Fabio Borini. Setelah gol Borini, the red devils tampil panik dan melakukan trik yang sama : mengurung pertahanan lawan sembari melakukan umpan silang tak terarah di kotak penalti, berharap bek lawan melakukan kesalahan dan berbuah keunggulan bagi dirinya. Namun dewi fortuna pagi tadi tak berpihak pada si setan, hingga peluit akhir ditiup, kedudukan tak berubah bagi tuan rumah.

Capital One Cup

Sunderland 2 Man Utd 1

Sunderland Ryan Giggs 45 +1:31 o.g.,Fabio Borini 64 pen
Man Utd Nemanja Vidic 52